“Tape Ayu” memang begitu bu Jazis menamai produk tapenya. Hal ini tidak terlalu berlebihan tatkala kita mencoba untuk mencicipinya. Produk tapenya yang bersih dan keset (empuk tidak berair) adalah ciri kas tape ayu Bu Jazis. ditambah rasa manis yang pas membuat produksi tape Bu Jazis berkembang dan semakin dikenal orang.
Bu Jazis dan keluarga yang mempunyai latar belakang kental dengan kesenian tradisional Karawitan Jawa ini menuturkan usaha tapenya dimulai pada tahun 1983 dengan menghabiskan ketela sebanyak 30 Kg setiap hari. Bersama suaminya, Bu Jazis membuat tape. Keesokan hari Pak Ahmad Jazis mulai memasarkan tape keliling bersepeda sampai Malioboro.
Usaha tape ayu Bu Jazis semakin hari semakin berkembang. Ibu yang menjadi anggota SPP UPK Kecamatan Berbah mulai tahun 2006 ini sekarang menghabiskan 175 Kg ketela per hari. Dengan dikerjakan 4 orang Bu Jazis memproduksi tape dan mencoba produksi getuk, dan ternyata mendapat sambutan yang baik dari pelanggannya. Bu Jazis juga berhasil memperluas pasaran produknya ke Pasar Beringharjo, Pasar Wage dan Pasar Paing di Jalan Wonosari, selain dititipkan ke warung-warung.
Dengan usaha tape dan getuk yang semakin berkembang ini, Bu Jazis telah berhasil menyekolahkan 2 anaknya ke jenjang perguruan tinggi. Yang salah satunya menjadi seniman Karawitan Jawa di Jepang. Harapan untuk menyekolahkan anak-anak lebih tinggi dari pada pendidikannya kini telah berhasil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar