Senin, 20 April 2009

Leaflet Bulan Juli 2008

John Hopkins: PNPM-PPK Contoh yang Baik !

PNPM-PPK yang berlanjut menjadi PNPM Mandiri Perdesaan merupakan contoh yang baik dari perpaduan peran masyarakat dan pemerintah dalam pembangunan partisipatif. Kesan ini muncul dari tim dari Pusat Kajian Internasional John Hopkins University (JHU), Amerika Serikat, setelah berkunjung ke lokasi PNPM-PPK di Jawa Barat (Jabar), Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut), belum lama ini.

Tim JHU berkunjung ke lokasi PNPM-PPK pada awal 2008 untuk melakukan studi terkait dengan kemajuan pembangunan di tanah air. Tim yang terdiri dari enam mahasiswa pasca-sarjana yang didampingi oleh seorang profesornya ini, lebih memilih lokasi PNPM-PPK untuk menjadi objek studinya. Mereka akhirnya melakukan kunjungan ke Jabar selama empat hari (8-11/1), NAD juga selama empat hari (14-17/1) dan berakhir di Sumatera Utara (18/1).

Dalam studinya, Tim JHU lebih memfokuskan diri pada aspek peran pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan, khususnya pembangunan partisipatif. "Lokasi PPK menjadi contoh kasus yang baik, mengingat PPK merupakan program yang menerapkan pola pembangunan partisipatif,” ujar Cinnamon Dornsife, ketua tim studi sekaligus profesor di Pusat Kajian Intenasional JHU itu.

Dalam melaksanakan studinya, tim ini melakukan sejumlah diskusi dengan perwakilan Bank Dunia di Jakarta dan Ditjen PMD Depdagri selaku stakeholder PNPM-PPK dan pembina program. Selain itu, tim juga melakukan wawancara dengan para pelaku PPK, para pemanfaat, aparatur pemerintahan lokal, konsultan dan fasilitator di lokasi yang dikunjungi. Tim banyak menanyakan berbagai hal, seperti manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program, kelebihan dan kelemahan program, pelestarian hasil kegiatan dan peran pemerintah daerah dalam sistem pembangunan partisipatif.

Selama kunjungan yang dilakukan, tim studi tampak terkesan dengan apa yang mereka lihat di lokasi PPK. “Program ini banyak menyentuh kaum perempuan sekaligus memberikan peran yang cukup berarti dalam seluruh aktivitas program,” ungkap Cinnamon lagi. “Selain itu, program ini terlihat efektif bagi masyarakat, mendapat dukungan pemerintah dan terbuka bagi siapa saja yang ingin mengetahui, sehingga tidak heran kalau PPK direkomendasikan sebagai contoh yang baik untuk melihat perpaduan peran masyarakat dan pemerintah dalam pembangunan partisipatif.”

Ini sungguh merupakan kabar gembira bagi seluruh pelaku program, sekaligus menjadi peringatan agar terus meningkatkan kinerjanya. Jangan sampai kinerja yang telah baik dan dipuji ini, justru merosot di kemudian hari karena kelengahan kita sendiri. Seperti yang diharapkan oleh tim dari JHU agar PNPM-PPK yang kini menjadi PNPM Mandiri Perdesaan tetap dapat menjadi panutan dan tempat belajar bagi pemerhati pemberdayaan masyarakat atau pembangunan berbasis masyarakat. Bagaimana...??!

Sumber: www.ppk.co.id. 6 Feb 2008

UPK Siaran Radio di Konco Tani

Pada tanggal 10 Juni 2008 Forum UPK Kab. Sleman, diundang siaran dalam acara “Sekar Setaman” di Radio Konco Tani. “Sekar Setaman” adalah salah satu acara unggulan Radio Konco Tani yang mempunyai rating tinggi di kalangan masyarakat khususnya masyarakat pedesaan.

Dalam siaran sekaligus silaturahmi dengan Kru Radio tersebut, Mas Bayu, ketua forum didampingi teman-teman UPK se-Kab. Sleman menyampaikan seputar Program Pengembangan Kecamatan seperti PPK itu apa, Prinsip-prinsip PPK, mekanisme PPK dan kegiatan-kegiatan PPK selama ini.

Pembahasan mengenai pengelolaan dana bergulir (SPP) dipaparkan bahwa saat ini UPK satu Kabupaten Sleman mengelola dana perguliran sebesar 5 Milyar dengan 6.500 lebih pemanfaat dan kelancaran pengembalian 99.9%. Di banyak kecamatan UPK mempunyai daftar tunggu kelompok yang cukup besar, ini menunjukkan secara keseluruhan antusias masyarakat dengan kegiatan SPP ini sangat menggembirakan.

Kegiatan SPP mendapat respon dari banyak pihak khususnya DPRD Kab Sleman dan Pemda Sleman dengan komitmen untuk terus membina dan membimbing UPK sehingga menjadi kekuatan ekonomi-sosial masyarakat.yang semakin bermanfaat.

Respon masyarakat cukup besar ditunjukkan dengan banyaknya penelpon interaktif di acara “Sekar Setaman” tersebut.

Pelatihan BP-UPK

- Sebagai persiapan menghadapi MAD Evaluasi PPK Juli 2008, UPK berinisiasi melakukan pelatihan audit BP-UPK. Pelatihan tersebut dihadiri oleh anggota BP-UPK Kec. Berbah dipandu oleh Bapak Bagyo dan Ibu Damayanti dari Kantor Koordinator PPK Provinsi DIY.

- Pelatihan ini bertujuan selain lebih memahamkan BP-UPK mengeni lingup pengauditan juga menghasilkan laporan audit yang bisa digunakan BP-UPK sebagai bahan laporan dalan forum MAD Evaluasi.

- Pengauditan meliputi audit keuangan dan audit kelembagaan.

- Begitu banyaknya lingkup yang diaudit sehingga pelatihan baru berakhir pada pukul 15.30. dan akan dilanjutkan pada hari Jumat, tanggal 27 Juni 2008.

- Selamat Bekerja BP-UPK!!!

Pembinaan Administrasi Kelompok SPP

Pada tanggal 30 Juni 2008 UPK mengadakan pembinaan kepada kelompok SPP periode November 2007 sampai Maret 2007 sebanyak 36 kelompok. Materi pembinaan adalah administrasi kegiatan dan administrasi keuangan kelompok SPP. Begitu pentingnya administrasi bagi suatu organisasi seperti kelompok SPP mempunyai manfaat sebagai faktor pengembangan kelompok dan faktor pertanggungjawaban kelompok. Pelatihan dilengkapi dengan materi motivasi kewirausahaan yang disampaikan oleh Bapak Drs. Susi Esanedi, praktisi usaha sekaligus anggota DPRD Kab. Sleman yang menekankan pentingnya pemasaran produk.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar