Sabtu, 18 Juli 2009

Dana PNPM Mandiri Sleman Berkembang Jadi Rp 8,6 M

By Republika Newsroom
Minggu, 14 Juni 2009 pukul 05:14:00

SLEMAN -- Dana PNPM Mandiri yang diterima tahun 2007 sebesar Rp 5,36 miliar telah berkembang menjadi Rp 8,63 miliar sampai Mei 2009 lalu -- menghasilkan peningkatan sampai sebesar Rp 2,37 miliar.

Menurut Bayu Nurwijaya SE, ketua Unit Pengelola Kegiatan PNPM Mandiri Kabupaten Sleman, dan yang awalnya hanya Rp 5,36 miliar itu disalurkan untuk kegiatan pemanfaat ekonomi produktif bagi 2.700 ibu-ibu di Sleman, dan ternyata bisa berkembang menjadi Rp 8,63.

''Dari dana yang diterima tersebut, untuk 2008 sejumlah Rp 179 juta diantaranya dialokasikan untuk kegiatan sosial, pelatihan kewirausahaan, sembako murah, pemeriksaan gratis, dan program kambing bergulir,'' kata Bayu, Sabtu lalu, pada acara launching pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Godean, Sleman.

Sebagian dari dana Rp 179 untuk kegiatan sosial ini, Sabtu lalu dipergunakan untuk menggelar kawin masalah bagi pasangan-pasangan di Godean, yang selama ini baru melakukan kawin bolong, artinya mengikuti syarih agama Islam secara sempurna, dan belum mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagian dari itu juga dipakai untuk program sunat massal, di Kecamatan Godean diikuti oleh sekitar 70 anak. - yoe/ahi

KELOMPOK SPP KEC. BERBAH STUDY BANDING KE PENGASIH KULONPROGO


Rabu (24/06) yang lalu 36 pengurus kelompok unggulan SPP UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Berbah beserta KSPP dan UPK melakukan study banding ke dua kelompok unggulan UPK PNPM MP Kecamatan Pengasih Kab. Kulonprogo yaitu Kelompok Tegar Abadi dan KWT Subur.

Study banding kelompok SPP lintas kabupaten ini hal baru bagi pembinaan kelompok dan perlu dicontoh upk yang lain,” ungkap Faskab Kab. Kulon Progo dalam sambutannya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi/memperluas pemahaman bagi kelompok terutama pengurus dalam melakukan pengembangan kelompoknya. Fokus dari study banding ini adalah :

- Ikatan pemersatu kelompok

- Kegiatan kelompok dan anggota

- Aturan atau mekanisme kelompok

- Kedekatan kelompok dengan UPK

Diharapkan dari study banding ini akan memberikan gambaran pengembangan kelompok yang jelas dan aplikatif sehingga bermanfaat bagi pengembangan usaha bersama dan kegiatan simpan pinjam kelompok. Sehingga pada akhirnya tujuan PNPM untuk dapat menguatkan ekonomi keluarga bagi pemanfaat SPP dapat terwujud.

KEGIATAN SOSIAL ”SEMBAKO MURAH” PNPM MP KEC. BERBAH


Unit Pengelola Kegiatan PPK Kec. Berbah memiliki 98 kelompok dengan anggota 1.014 perempuan produktif dan berwirausaha.

Modal awal dari pemerintah (BLM) Rp 772.555.900,- sekarang berkembang menjadi Rp 1.097.720.363,-. Dengan kelancaran angsuran 100%. Pendampingan selama 2,5 tahun muncul kelompok-kelompok unggulan dengan produk unggulan manggleng, mete, tape, kerajinan kulit, telur asin, peyek, kripik daun singkong.

Dana sosial hasil pengelolaan tahun 2008 sebesar Rp 16.868.000,- yang akan dialokasikan dalam kegiatan:

    1. Sembako Murah untuk 1014 masyarakat miskin yang tergabung dalam

kelompok SPP, pelaksanaan 5 Juli 2009

    1. Khitanan Massal gratis untuk 50 anak dari keluarga tidak mampu, pelaksanaan liburan pergantian semester ganjil-genap (Desember 2009).

Pelaksanaan sembako murah yang dimeriahkan dengan pameran potensi kelompok SPP dikunjungi Bapak Wakil Bupati, Bapak H. Sri Purnomo yang menyempatkan diri memberikan secara simbolis paket sembako dan paket bingkisan khitanan massal. Walaupun dikunjungi ribuan masyarakat Kecamatan Berbah kegiatan sosial ”Sembako Murah ” PNPM MP Kec. Berbah berjalan dengan lancar tanpa terjadi desakan antrian. Hasil pengelolaan tahun 2009 dan tahun-tahun berikutnya diprediksi dana sosial tahunan ini akan semakin besar dan akan semakin menyentuh banyak keluarga miskin di Kecamatan Berbah

SERENTAK……...!!! Tanggal 22 April 2009 Toko Kelontong Di Berbah Tutup

Waduh mas…saya lupa memasukkan botol-botol bensin…! Celetuk seorang ibu muda sambil bercengkrama dengan UPK PPK Kec. Berbah. Dengan antusias mereka berkumpul bersama menggambarkan semangat mereka untuk ”maju bersama dan mandiri”.

Peringatan hari Kartini merupakan harinya kaum wanita yang mendorong emansipasi / persamaan hak antara kaum wanita dengan kaum pria. Program PNPM Mandiri Perdesaan memberikan peluang lebih banyak kepada kaum wanita khususnya kegiatan simpan-pinjam yang 100 % pemanfaatnya perempuan usaha. UPK PPK Kec. Berbah saat ini telah mengklasifikasi usaha-usaha para pemanfaat kegiatan SPP dan ternyata usaha kelontonglah yang banyak dikelola oleh pemanfaat SPP se-Kecamatan Berbah. Maka pada 22 April 2009 UPK PPK Kec. Berbah mengadakan acara pelatihan kelompok / pemanfaat SPP dengan tema ”sarasehan usaha kelontong”.

Sarasehan ini diikuti oleh 70 orang anggota pemanfaat dengan mendatangkan narasumber seorang pengusaha toko kelontong yang dipandang telah sukses di lingkungan Kecamatan Berbah yaitu Bapak Hadiyono pemilik Toko Hijo yang beralamat di Dusun Sanggrahan, Tegaltirto, Berbah ( 100 meter barat kecamatan Berbah ). Sarasehan ini dimoderatori oleh Konsultan Pendamping UPK Prop. DIY ( Bp Subagyo ). Bapak Hadiyono mengupas sejarah dan pengalaman manajemen Toko Hijo dari awal berdiri sampai kondisi sekarang.

Toko Hijo berawal dari kegiatan iseng-iseng tapi menghasilkan, ide usaha berasal dari istri Bp Hadiyono dengan memanfaatkan lokasi strategis dipinggir jalan maguwo tempat mertua membuka usaha jualan pakan burung & ayam namun karena kurang fokus maka penghasilan yang dihasilkan kurang maksimal kemudian beralih ke usaha kelontong dengan hanya bermodalkan Rp 2.000.000,00. Untuk melengkapi barang dagangan dengan meminjam barang dagangan milik saudara mulailah beliau membuka usaha.

Lambat laun muncul peluang lain untuk melengkapi kios dengan menyediakan dagangan berupa topi karena dari hasil pengamatan dijalan banyak orang bersepeda ontel dengan kondisi cuaca panas berlalu-lalang setiap harinya, kemudian juga muncul ide lagi dengan menyediakan bensin eceran. Kemudian setelah beberapa tahun pindah ke daerah Berbah kami kelola sedikit-demi sedikit sampai dengan kondisi sekarang.

Dimoderatori Bp Subagyo, acara ini berjalan sangat hidup terbukti dengan adanya partisipasi aktif dari peserta mulai dari menyimak sampai dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan pada sesi tanya-jawab. Sarasehan yang telah diselenggarakan UPK-PPK Kec Berbah disertai harapan dapat membantu pemanfaat SPP Kec. Berbah meningkatkan usahanya.

Selamat berjuang Kartini-Kartini Berbah.....