Senin, 20 April 2009

USAHA BERSAMA KELOMPOK SPP TANJUNGTIRTO





Setelah tiga tahun berpengalaman mengelola Simpan Pinjam Perempuan UPK PPK Kec. Berbah di kampungnya, dengan modal kas kelompok cukup besar (Rp 9.000.000,00), ibu-ibu Kelompok SPP Tanjungtirto bertekad mendirikan usaha bersama. Februari 2009, mereka mulai memproduksi telur asin, peyek kacang, dan peyek teri. Khusus untuk telur asin produksi di dukung oleh beberapa anggota kelompok yang beternak itik liar. Ini juga yang membuat kualitas produk telur asin itik liar kelompok SPP Tanjungtirto terjaga.



Produksi usaha bersama yang didukung oleh 14 anggota ini dibagi menjadi dua bagian, bagian produksi telur asin dikerjakan 8 orang dan produksi peyek 6 orang. Ibu-ibu ini mulai bekerja di siang hari setelah pekerjaan rumah tangga selesai. Mereka mengoptimalkan waktu luang untuk menambah kesejahteraan keluarga dan mengembangkan kelompok.

Sebagai tahap awal dengan modal sebesar Rp 2.200.000,- yang berasal dari kas kelompok dan IPTW (insentif Pengembalian Tepat Waktu/Balen) dari pinjamannya di UPK PPK, untuk membangun pasar dan menjaga keberlanjutan proses produksi, kelompok SPP Tanjungtirto memproduksi telur asin dan peyek dengan jumlah terbatas, yaitu 100 butir telur asin itik liar, 40 bungkus peyek kacang dan 27 bungkus peyek teri setiap hari. Jumlah produksi kelompok disesuaikan dengan kebutuhan pasar sehingga hampir tidak pernah ada stok barang menumpuk di kelompok. Ke depan jumlah produksi tersebut akan ditingkatkan sesuai dengan peningkatan luasan pasaran produk kelompok.

Melihat progres permintaan pasar yang menggembirakan dan semangat tinggi anggota maka pengurus kelompok berinisiatif membuat rumah produksi kelompok. Bulan Maret 2009 production house kelompok SPP Tanjungtirto terealisasi. Menempati lahan kosong anggota untuk sementara waktu, Rumah Produksi kelompok berdiri sederhana namun cukup memadai untuk produksi dan yang pasti memberi semangat lebih kepada anggota untuk lebih giat mengembangkan usaha telur asin itik liar dan peyek.

Saat ini kelompok SPP Tanjungtirto (Kelompok Usaha Bersama ”MEKAR”) mempunyai anggota 35 orang yang terdiri dari 22 orang adalah kelompok pemanfaat SPP UPK PPK Kec. Berbah sedangkan 13 orang adalah anggota yang didanai oleh kelompok SPP Tanjungtirto menggunakan uang kas kelompok, aturannya sesuai dengan yang berlaku di kelompok, dengan demikian kelompok SPP Tanjungtirto ini sudah minjadi UPK Kecil. Ini menunjukkan bahwa kelompok tersebut sudah mampu menggerakkan perekonomian di dusun, walaupun belum besar tapi sudah cukup untuk diikuti oleh kelompok-kelompok SPP yang lain. (UPK PPK Berbah Mei 09 edisi revisi)

PELATIHAN PEMBUATAN TAHU


"Nyuwun pangapunten mas kulo gadah mesin giling kagem ndamel tahu, ning kulo mboten saget le ndamel tahu, pripun nek kulo nyuwun tulung UPK PPK Berbah madoske ingkang saget ngajari ndamel tahu…..?” (red, maaf mas saya punya mesin giling tahu, tapi saya tidak bias membuatnya, bagaimana kalau saya minta tolong kepada UPK PPK untuk mencarikan seseorang yang bias mengajari membuat tahu…?)


Sepenggal pertanyaan yang muncul dari kelompok Mangunan I Desa Kalitirto saat kami mengadakan Musdes Informasi hasil MAD di Desa Kalitirto pada tanggal 24 Februari 2009 yang bertempat di ruang pertemuan desa setempat.


Menindaklanjuti pertanyaan dari pemanfaat kami mencoba untuk memfasilitasi keinginan kelompok dengan mencari pengusaha tahu di lingkungan sekitar. Di desa Tegaltirto tepatnya di padukuhan Kuncen ada pengusaha tahu yang sudah cukup lama menggeluti usaha pembuatan tahu sejak tahun 1979, Pak Giyono namanya. Setelah ditemui dan kita sampaikan keperluan kita ternyata beliau bersedia mengajari proses pembuatan tahu di rumahnya, bahkan jika kelompok mangunan I tadi akan memulai usahanya Pak Giyono pun bersedia mendampingi proses pembuatan pertamanya.

Selanjutnya tanggal 15 April 2009 yang lalu kita ajak kelompok tersebut ke tempat usaha pembuatan tahu Pak Giyono di Padukuhan Kuncen desa Tegaltirto. Dari 12 orang ibu-ibu anggota kelompok Mangunan I yang ikut pelatihan 6 orang. Semua tampak serius melihat sejak dari pembersihan kedelai, perendaman kedelai hingga pembuatan tahu. Dibutuhkan waktu ± 2 jam sampai tahu tersebut jadi untuk 5 kg kedelai.


Setelah selesai mereka cukup puas karena selain melihat prosesnya merekapun mencoba membantu pada saat penyaringan. Di akhir pelatihan tahu yang sudah dibuat pada saat pelatihan diborong oleh kelompok tersebut.



Inilah salah satu manfaat adanya UPK PPK-PNPM Perdesaan di masyarakat sebagai pembuka akses bagi kelompok untuk dapat mengembangkan usahanya. Dan saat ini mereka sedang mempersiapkan alat-alat yang diperlukan dalam proses pembuatan tahu, karena masih ada beberapa alat yang perlu dilengkapi seperti alat untuk merebus hasil gilingan kedelai, untuk penyaringan, dan untuk mencetak tahu. Jika semua telah siap mereka akan membuat tahu didampingi oleh Pak Giyono. (UPK PPK BERBAH APRIL 09)


Leaflet bulan November 2008

2. LIPUTAN METRO TV
Bulan September 2008 NMC (National Management Consultant) didukung Menkokesra menandatangani kontrak dengan Metro TV untuk liputan kegiatan PNPM Mandiri secara nasional selama 13 episode dengan memilih 13 UPK se-Indonesia. Dari 13 UPK Berbah terpilih sebagai salah satu UPK yang diliput.
Tujuan liputan untuk mengangkat kegiatan UPK dan usaha kelompok SPP. Alhamdulillah liputan yang diracik dalam acara Oasis tersebut berhasil ditayangkan pertamakali pada tanggal 27 September 2008. dan mendapat sambutan hangat dari TKPPK Kabupaten Sleman dan Korprov D.I Yogyakarta.
3. Pelatihan
Rabu (22/10) UPK mengadakan pembinaan kelompok SPP untuk periode Maret 2008 s/d Oktober 08 sebanyak 25 kelompok. Materi yang diberikan difokuskan pada administrasi kegiatan dan keuangan kelompok SPP. Dengan administrasi yang baik diharapkan kelompok dapat membuat rencana pengembangan kelompok dan pertanggungjawaban kelompok. Dalam acara tersebut juga diberikan cara pengelolaan pendapatan rumah tangga yang efektif.
  1. MAD Evaluasi
Musyawarah Antar Desa Evaluasi telah berhasil diselenggarakan pada tanggal 6 Agustus 2008 dengan materi evaluasi Realisasi Rencana Kerja, Arus Kas, Pengelolaan dana bergulir dan Hasil audit BP-UPK. MAD Evaluasi setengah Tahun yang dihadiri Ketua Tim Koordinatir PPK Kab. Sleman Drs. Yuli Setiono, M.Si dan Fasilitator Teknik Kab. Sleman, Ir Sjahrial Bachari tersebut memutuskan beberapa hal penting yaitu:
  • Menerima realisasi anggaran dan rencana kerja yang telah dijalankan UPK.
  • Meningkatkan penguatan kelembagaan PPK Kec. Berbah.
Dalam kesempatan tersebut Musyawarah Antar Desa memberikan penghargaan yang tinggi terhadap hasil pengelolaan kegiatan yang dilaksanakan UPK selama ini. Terbukti walaupun sudah tidak didampingi fasilitator, pengelolaan tetap lancar dibuktikan dari hasil audit BP-UPK yang menyatakan UPK dalam kondisi optimal.
4. Pelatihan UPK Lanjutan
Sekali lagi UPK kabupaten Sleman mendapat kesempatan pelatihan mengenai Tutup Buku dan penyusunan Cashflow. Pelatihan pertama kali diadakan di MAN Mlati bersamaan dengan pelatihan BP-UPK. Pelatihan kedua akan diadakan pada tanggal 4-5 November 2008 di kaliurang sedianya juga akan dibekali materi dari Konsultan Program Nasional. TKPPK Kabupaten Sleman sangat antusias menyelenggarakan pelatihan karena begitu pentingnya kegiatan tutup buku, penyusunan RAB dan Cashflow tersebut sekaligus untuk memantapkan kemampuan UPK Kabupaten Sleman dalam pengelolaan kegiatan.

Leaflet Bulan Juli 2008

John Hopkins: PNPM-PPK Contoh yang Baik !

PNPM-PPK yang berlanjut menjadi PNPM Mandiri Perdesaan merupakan contoh yang baik dari perpaduan peran masyarakat dan pemerintah dalam pembangunan partisipatif. Kesan ini muncul dari tim dari Pusat Kajian Internasional John Hopkins University (JHU), Amerika Serikat, setelah berkunjung ke lokasi PNPM-PPK di Jawa Barat (Jabar), Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut), belum lama ini.

Tim JHU berkunjung ke lokasi PNPM-PPK pada awal 2008 untuk melakukan studi terkait dengan kemajuan pembangunan di tanah air. Tim yang terdiri dari enam mahasiswa pasca-sarjana yang didampingi oleh seorang profesornya ini, lebih memilih lokasi PNPM-PPK untuk menjadi objek studinya. Mereka akhirnya melakukan kunjungan ke Jabar selama empat hari (8-11/1), NAD juga selama empat hari (14-17/1) dan berakhir di Sumatera Utara (18/1).

Dalam studinya, Tim JHU lebih memfokuskan diri pada aspek peran pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan, khususnya pembangunan partisipatif. "Lokasi PPK menjadi contoh kasus yang baik, mengingat PPK merupakan program yang menerapkan pola pembangunan partisipatif,” ujar Cinnamon Dornsife, ketua tim studi sekaligus profesor di Pusat Kajian Intenasional JHU itu.

Dalam melaksanakan studinya, tim ini melakukan sejumlah diskusi dengan perwakilan Bank Dunia di Jakarta dan Ditjen PMD Depdagri selaku stakeholder PNPM-PPK dan pembina program. Selain itu, tim juga melakukan wawancara dengan para pelaku PPK, para pemanfaat, aparatur pemerintahan lokal, konsultan dan fasilitator di lokasi yang dikunjungi. Tim banyak menanyakan berbagai hal, seperti manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program, kelebihan dan kelemahan program, pelestarian hasil kegiatan dan peran pemerintah daerah dalam sistem pembangunan partisipatif.

Selama kunjungan yang dilakukan, tim studi tampak terkesan dengan apa yang mereka lihat di lokasi PPK. “Program ini banyak menyentuh kaum perempuan sekaligus memberikan peran yang cukup berarti dalam seluruh aktivitas program,” ungkap Cinnamon lagi. “Selain itu, program ini terlihat efektif bagi masyarakat, mendapat dukungan pemerintah dan terbuka bagi siapa saja yang ingin mengetahui, sehingga tidak heran kalau PPK direkomendasikan sebagai contoh yang baik untuk melihat perpaduan peran masyarakat dan pemerintah dalam pembangunan partisipatif.”

Ini sungguh merupakan kabar gembira bagi seluruh pelaku program, sekaligus menjadi peringatan agar terus meningkatkan kinerjanya. Jangan sampai kinerja yang telah baik dan dipuji ini, justru merosot di kemudian hari karena kelengahan kita sendiri. Seperti yang diharapkan oleh tim dari JHU agar PNPM-PPK yang kini menjadi PNPM Mandiri Perdesaan tetap dapat menjadi panutan dan tempat belajar bagi pemerhati pemberdayaan masyarakat atau pembangunan berbasis masyarakat. Bagaimana...??!

Sumber: www.ppk.co.id. 6 Feb 2008

UPK Siaran Radio di Konco Tani

Pada tanggal 10 Juni 2008 Forum UPK Kab. Sleman, diundang siaran dalam acara “Sekar Setaman” di Radio Konco Tani. “Sekar Setaman” adalah salah satu acara unggulan Radio Konco Tani yang mempunyai rating tinggi di kalangan masyarakat khususnya masyarakat pedesaan.

Dalam siaran sekaligus silaturahmi dengan Kru Radio tersebut, Mas Bayu, ketua forum didampingi teman-teman UPK se-Kab. Sleman menyampaikan seputar Program Pengembangan Kecamatan seperti PPK itu apa, Prinsip-prinsip PPK, mekanisme PPK dan kegiatan-kegiatan PPK selama ini.

Pembahasan mengenai pengelolaan dana bergulir (SPP) dipaparkan bahwa saat ini UPK satu Kabupaten Sleman mengelola dana perguliran sebesar 5 Milyar dengan 6.500 lebih pemanfaat dan kelancaran pengembalian 99.9%. Di banyak kecamatan UPK mempunyai daftar tunggu kelompok yang cukup besar, ini menunjukkan secara keseluruhan antusias masyarakat dengan kegiatan SPP ini sangat menggembirakan.

Kegiatan SPP mendapat respon dari banyak pihak khususnya DPRD Kab Sleman dan Pemda Sleman dengan komitmen untuk terus membina dan membimbing UPK sehingga menjadi kekuatan ekonomi-sosial masyarakat.yang semakin bermanfaat.

Respon masyarakat cukup besar ditunjukkan dengan banyaknya penelpon interaktif di acara “Sekar Setaman” tersebut.

Pelatihan BP-UPK

- Sebagai persiapan menghadapi MAD Evaluasi PPK Juli 2008, UPK berinisiasi melakukan pelatihan audit BP-UPK. Pelatihan tersebut dihadiri oleh anggota BP-UPK Kec. Berbah dipandu oleh Bapak Bagyo dan Ibu Damayanti dari Kantor Koordinator PPK Provinsi DIY.

- Pelatihan ini bertujuan selain lebih memahamkan BP-UPK mengeni lingup pengauditan juga menghasilkan laporan audit yang bisa digunakan BP-UPK sebagai bahan laporan dalan forum MAD Evaluasi.

- Pengauditan meliputi audit keuangan dan audit kelembagaan.

- Begitu banyaknya lingkup yang diaudit sehingga pelatihan baru berakhir pada pukul 15.30. dan akan dilanjutkan pada hari Jumat, tanggal 27 Juni 2008.

- Selamat Bekerja BP-UPK!!!

Pembinaan Administrasi Kelompok SPP

Pada tanggal 30 Juni 2008 UPK mengadakan pembinaan kepada kelompok SPP periode November 2007 sampai Maret 2007 sebanyak 36 kelompok. Materi pembinaan adalah administrasi kegiatan dan administrasi keuangan kelompok SPP. Begitu pentingnya administrasi bagi suatu organisasi seperti kelompok SPP mempunyai manfaat sebagai faktor pengembangan kelompok dan faktor pertanggungjawaban kelompok. Pelatihan dilengkapi dengan materi motivasi kewirausahaan yang disampaikan oleh Bapak Drs. Susi Esanedi, praktisi usaha sekaligus anggota DPRD Kab. Sleman yang menekankan pentingnya pemasaran produk.


Leaflet bulan Juni 2008

GRAMEEN BANK: Peraih Hadiah Perdamaian Nobel 2006

Diambil dari makalah seminar H.Suradiyono, S.Sos (Kepala Puskopdit DIY)

Selintas Grameen Bank

Didirikan untuk memberikan fasilitas kredit bagi kelompok miskin, yaitu pada tahun 1983. gagasan ini muncul ketika Muhammad Yunus muda memberikan pinjaman hanya US$ 27 (± Rp 67.500,00) kepada 42 pembuat bangku di sebuah desa kecil, dan ternyata berhasil membantu mengentaskan mereka dari jeratan kemiskinan.

Grameen Bank Adalah Sebuah organisasi kredit mikro yang dimulai di Bangladesh yang memberikan pinjaman kecil tanpa collateral / jaminan. Bank alternatif yang bekerja di luar jalur birokrasi dan menyentuh langsung wajah si miskin. Metodologinya tidak sekedar berfokus pada kemiskinan ekonomi tetapi juga kemiskinan social, guna mendorong rasa tanggungjawab dan solidaritas antar sesama peminjam dalam satu komunitas.

(sistem ini berdasarkan ide bahwa orang miskin memiliki kemampuan yang kurang digunakan).

Pola Kerja Grameen Bank

Memfokuskan pinjaman pada perempuan (memperbaiki posisi tawar perempuan baik di ruang privat maupun public dan peningkatan kualitas hidup anak). Pelayanan langsung ke nasabah. Pinjaman yang diberikan dilindungi dengan asuransi, sehingga tidak membebani keluarga. Pendekatan melalui kelompok yang terdiri dari 5 orang dengan satu pemimpin. Pinjaman diberikan secara berurutan dengan catatan orang kedua bisa meminjam setelah pinjaman orang pertama dikembalikan. Kelompok peminjam dituntut membuat berbagai genda social yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Data Perkembangan

Memiliki 2.247 cabang dan telah melayani 72.096 desa. Peminjam 6,67 juta orang dengan 97% peminjam perempuan. Memiliki staf 18.795 orang dan telah memberikan kredit sebesar US$ 3,8 miliar kepada 2,4 juta keluarga di pedesaan. 42% peminjam berhasil ke atas garis kemiskinan. Saat ini 250 institusi di banyak Negara yang menerapkan micro credit model Grameen Bank.

Mensiasati Kenaikan Harga Minyak Tanah

Biogas, Sumber Energi Alternatif

Harga minyak tanah naik! Harga minyak tanah naik! Orang sering memplesetkan Pertamina (Per Tahun Minyak Naik) atau BBM (Bebar-Benar Mahal) dan memang kenyataannya hari ini harga minyak “mumbul duwur”, akibatnya harga-harga barang lain juga ikut naik.

Lepas dari itu kita semua harus tetap makan! Ada alternative sumber energi yang relatif lebih sederhana dan sesuai untuk kita di pedesaan adalah energi biogas dengan memproses limbah bio atau bio massa di dalam alat kedap udara yang disebut digester.

Alat pembangkit biogas

Digester dibangun dengan menggali tanah kemudian dibuat bangunan dengan bata, pasir, dan semen yang berbentuk seperti rongga yang ketat udara dan berstruktur seperti kubah (bulatan setengah bola).

Di dalam digester bakteri-bakteri methan mengolah limbah bio atau biomassa dan menghasilkan biogas methan. Dengan pipa yang didesain sedemikian rupa, gas tersebut dapat dialirkan ke kompor yang terletak di dapur. Gas tersebut dapat digunakan untuk keperluan memasak dan lain-lain. Biogas dihasilkan dengan mencampur limbah yang sebagian besar terdiri atas kotoran ternak dengan potongan-potongan kecil sisa-sisa tanaman, seperti jerami dan sebagainya, dengan air yang cukup banyak.

Sisa dari limbah biogas mempunyai kandungan hara yang sama dengan pupuk organik yang telah matang sebagaimana halnya kompos sehingga dapat langsung digunakan untuk memupuk tanaman, atau jika akan disimpan atau diperjualbelikan dapat dikeringkan di bawah sinar matahari sebelum dimasukkan ke dalam karung.

Untuk ukuran 8 meter kubik tipe kubah alat ini, cocok bagi petani yang memiliki 3 ekor sapi atau 8 ekor kambing atau 100 ekor ayam di samping juga mempunyai sumber air yang cukup dan limbah tanaman sebagai pelengkap biomassa. Setiap unit yang diisi sebanyak 80 kilogram kotoran sapi yang dicampur 80 liter air dan potongan limbah lainnya dapat menghasilkan 1 meter kubik biogas yang dapat dipergunakan untuk memasak dan penerangan. Biogas cocok dikembangkan di daerah-daerah yang memiliki biomassa berlimpah, terutama di sentra-sentra produksi padi dan ternak di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, dan lain-lain.

Pembangkit biogas juga cocok dibangun untuk peternakan sapi perah atau peternakan ayam dengan mendesain pengaliran tinja ternak ke dalam digester. Kompleks perumahan juga dapat dirancang untuk menyalurkan tinja ke tempat pengolahan biogas bersama. Negara-negara maju banyak yang menerapkan sistem ini sebagai bagian usaha untuk daur ulang dan mengurangi polusi dan biaya pengelolaan limbah. Jadi dapat disimpulkan bahwa biogas mempunyai berbagai manfaat, yaitu menghasilkan gas, ikut menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi polusi dan meningkatkan kebersihan dan kesehatan, serta penghasil pupuk organik yang bermutu.

Sumber : Burhani Rahman, Kompas (8 Agustus 2005)

PROFIL USAHA BERSAMA KELOMPOK ANGREK II JAGALAN

WARUNG SGPC

Usaha bersama kelompok Anggrek II ini dimulai pada bulan April 2008 dengan pokok usaha Nasi Pecel, Nasi Rames dan Es Buah. Sedangkan anggota kelompok lain menambahi dagangan yang terkait dengan pokok usaha tersebut seperti gorengan, dan makanan-makanan tradisonal lainnya. Hal ini bisa terwujud tak lepas dari dukungan ibu …….. ketua kelompok Anggrek II yang telah lama menggeluti usaha catering .

Letak yang cukup strategis di dekat pabrik sarung tangan, Warung SGPC Anggrek setiap harinya rata-rata dikunjungi 40 orang pembeli, dengan omset ± Rp 250.000, perhari sedngkan keuntungan berih antara 30%-40%, sambutan yang cukup baik untuk warung yang baru berdiri dua bulan tersebut. Setiap hari warung SGPC Anggrek buka antara jam 09.00-15.00 di jalan utama Dusun Jagalan tepatnya disamping poskamling Dusun Jagalan kini menerima pesanan partai besar dan kecil.

Profil "Tape Ayu" Bu Amat Jazis

“Tape Ayu” memang begitu bu Jazis menamai produk tapenya. Hal ini tidak terlalu berlebihan tatkala kita mencoba untuk mencicipinya. Produk tapenya yang bersih dan keset (empuk tidak berair) adalah ciri kas tape ayu Bu Jazis. ditambah rasa manis yang pas membuat produksi tape Bu Jazis berkembang dan semakin dikenal orang.

Bu Jazis dan keluarga yang mempunyai latar belakang kental dengan kesenian tradisional Karawitan Jawa ini menuturkan usaha tapenya dimulai pada tahun 1983 dengan menghabiskan ketela sebanyak 30 Kg setiap hari. Bersama suaminya, Bu Jazis membuat tape. Keesokan hari Pak Ahmad Jazis mulai memasarkan tape keliling bersepeda sampai Malioboro.

Usaha tape ayu Bu Jazis semakin hari semakin berkembang. Ibu yang menjadi anggota SPP UPK Kecamatan Berbah mulai tahun 2006 ini sekarang menghabiskan 175 Kg ketela per hari. Dengan dikerjakan 4 orang Bu Jazis memproduksi tape dan mencoba produksi getuk, dan ternyata mendapat sambutan yang baik dari pelanggannya. Bu Jazis juga berhasil memperluas pasaran produknya ke Pasar Beringharjo, Pasar Wage dan Pasar Paing di Jalan Wonosari, selain dititipkan ke warung-warung.

Dengan usaha tape dan getuk yang semakin berkembang ini, Bu Jazis telah berhasil menyekolahkan 2 anaknya ke jenjang perguruan tinggi. Yang salah satunya menjadi seniman Karawitan Jawa di Jepang. Harapan untuk menyekolahkan anak-anak lebih tinggi dari pada pendidikannya kini telah berhasil.

KUNJUNGAN NATIONAL MANAGEMENT CONSULTANT JAKARTA

Pada tanggal 18 April 2008 Bapak Agung, konsultan manajemen nasional yang menaungi PPK dari kantor pusat Jakarta mengunjungi UPK PPK Kec. Berbah dalam rangka Supervisi, Evaluasi dan Monitoring Administrasi (kegiatan dan keuangan).

Kunjungan ini dilakukan setelah beliau mendampingi Bapak Presiden SBY pada hari Kamis tanggal 17 April 2008 untuk membuka pameran produk-produk anggota SPP se-Jateng di Purworejo.

Pada kesempatan ini Bapak Agung banyak memberi nasehat dan motivasi kepada UPK PPK Kec. Berbah untuk meningkatkan pelestarian segala hal yang telah atau sedang dilakukan PPK selama ini. Menurut beliau PPK saat ini bukan “pasca program” tapi pasca Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) karena semua mekanisme, prinsip-prinsip, hasil-hasil dan kelembagaan yang telah terbentuk harus terus dilestarikan, dijalankan dan dikembangkan. Aset UPK PPK bukan milik orang perorang tapi milik seluruh masyarakat Berbah. UPK PPK telah mempunyai kekuatan hukum dan akan terus dikuatkan melalui peraturan-peraturan di bawahnya seperti Perbup dan AD/ART kelembagaan PPK.

SAMBANG DESA BUPATI SLEMAN: BAPAK DRS. IBNU SUBIYANTO,AKT

Tanggal 15 April 2008 Kecamatan Berbah menerima kunjungan Bupati Sleman Drs. Ibnu Subiyanta,Akt. Dalam kunjungan kerja itu diresmikan penggunaan los baru Pasar Tanjungtirto, Gardu Ronda Teguhan, Jalan Dusun Kaliajir Lor di Desa Kalitirto.

Di Desa Tegaltirto, Bapak Bupati meresmikan pengaspalan jalan dimana pengerasan jalan didanai PPK 2007 dan panen raya Ikan Hias Arwana, salah satu usaha unggulan Desa Tegaltirto, dari Dusun Blendangan. Kunjungan tersebut dilanjutkan ke daerah wisata alam Dusun Karangwetan yang akan dikembangkan juga sebagai area Of Road.

Sambang desa Bapak Ibnu Subiyanta diakhiri dengan acara puncak di Dusun Sembung, Sendangtirto. Di dusun tersebut acara ditata sedemikian meriah. Diiringi karawitan SD Klodangan, Bapak Bupati meresmikan Bergodo Purboyo, dan penyerahan secara simbolis dana bergulir kepada kelompok-kelompok SPP se kecamatan Berbah.

Dalam kesempatan tersebut Bapak Bupati menyempatkan diri mengunjungi stand home industri anggota SPP UPK Kec. Berbah. Rombongan sempat mencicipi produk-produk makanan dan memborong produk-produk tersebut. Bapak Bupati dan rombongan menyambut baik kegiatan UPK tersebut dan akan terus mendorong pengembangannya. (UPK PPK Kec. Berbah Mei 2008)

KARTINI - KARTINI BERBAH


Program Pengembangan Kecamatan (PPK) adalah sebuah program pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan partisipasi Rumah Tangga Miskin (RTM) dan perempuan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dan juga di dalam pelestariannya.

Perempuan menjadi sangat penting dalam proses pembangunan karena potensi dan kestrategisannya tidak diragukan lagi oleh karena itu mereka harus diupayakan sehingga kaum perempuan mendapatkan porsi yang seimbang dengan kaum laki-laki.

Profile pemanfaat SPP UPK PPK Kec. Berbah menggambarkan betapa produktivitas mereka sangat besar. Walaupun tidak bisa dikatakan seluruhnya, dari pemanfaat SPP pada bulan April 2008 ini sebesar 955 orang, mereka adalah wanita usaha. Dari tingkat pengembalian pinjaman yang 100% itu bisa membuktikan kemauan dan produktivitas mereka dalam mengangkat pembangunan ekonomi masyarakat Berbah.

Selama ini pemberian peran/porsi wanita dalam perencanaan pembangunan belum seimbang dengan kaum pria. Hal ini bisa dilihat misalnya dengan mengetahui berapa jumlah wanita di jajaran BPD, LPMD, musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) dll. Wacana PPK melibatkan kaum perempuan dalam perencanaan pembangunan bisa dilihat dari mekanisme Musyawarah Desa Campuran (Mus Des Campuran) dan Musyawarah Khusus Perempuan (MKP). Rasanya belum ada program lain yang memberi peluang sedemikian besar selain PPK.

Sekelumit perspektif ini yang diemban PPK sebagai salah satu program pembangunan dan pengangkatan harkat perempuan yang harus terus dilestarikan bukan sekedar proyek yang bersifat temporal.(UPK PPK KEC. BERBAH Mei 2008)