
BERBAH: Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Kecamatan Berbah menunjukkan keberhasilan. Pasalnya dengan adanya program tersebut Berbah mampu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, hingga memperoleh penghargaan dari Mendagri.
Camat Berbah Krido Suprayitno mengatakan, dalam kurun waktu setahun, program PNPM Mandiri yang digelontorkan dari pusat telah berhasil menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Dimana angka kemiskinan yang tadinya 24% turun menjadi 22,48%.
Bahkan, performance dari kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan itu setelah dilakukan audit oleh verifikator dinyatakan kondisi kelembagaan unit pengelola kegiatan (UPK) PNPM Mandiri itu pada posisi skore 98%. Artinya kondisinya sehat dengan tingkat tunggakan 0%.
"Setelah diaudit kami dinilai sebagai UPK yang sehat sehingga pantas mendapat penghargaan dari Mendagri sebagai UPK terbaik tingkat nasional," ujar Krido yang didampingi Ketua UPK Mandiri Berbah Bayu Nurwijaya kepada Harian Jogja, Rabu (3/2).
Penghargaan dari Mendagri itu diserahkan melalui Gubernur DIY pada Agustus 2009. UPK itu mengelola 99 kelompok usaha dengan 974 anggota. Bahkan, katanya Berbah memiliki kinerja keuangan yang meningkat dan kelancaran keuangan 100%. Dengan tingkat realinilite modal sendiri (RMS) dan mencetak laba sebesar 17,51% yang menggambarkan kemampuan pendanaan modal awal. Sehingga bisa dikatakan bahwa lembaga tingkat desa ini telah mengalami surplus pada 2009 sebesar Rp 191 juta.
Ditambahkan Bayu Nurwijaya, modal awal yang berasal dari pusat hanya sebesar Rp772 juta. Namun kini penyerapan dana di masyarakat itu bisa mencapai Rp 1,2 milliar, sehingga mengalami peningkatan sebesar Rp500 juta.
Menurut dia animo masyarakat untuk mendapat dana tersebut sangat besar. Terbukti dari jumlah 99 kelompok itu, masih ada kelompok baru yang mengajukan proposal sebanyak 15 kelompok. Setelah angsuran kelompok yang lama itu lunas maka bisa dipakai untuk dimanfaatkan oleh kelompok baru mendaftar.
"Mereka yang menjadi anggota kelompok itu diantaranya kelompok usaha makanan, ketrampilan, jasa dan juga kerajinan yang sudah mulai menunjukkan kemajuan," kata dia.
Tahun ini, kata Bayu, targetnya adalah bisa melakukan pengembangan usaha yang sudah ada. Selain itu, juga dilakukan efektivitas dana bergulir milik masyarakat. (oleh Theresia T. Andayani HARIAN JOGJA)
Camat Berbah Krido Suprayitno mengatakan, dalam kurun waktu setahun, program PNPM Mandiri yang digelontorkan dari pusat telah berhasil menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Dimana angka kemiskinan yang tadinya 24% turun menjadi 22,48%.
Bahkan, performance dari kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan itu setelah dilakukan audit oleh verifikator dinyatakan kondisi kelembagaan unit pengelola kegiatan (UPK) PNPM Mandiri itu pada posisi skore 98%. Artinya kondisinya sehat dengan tingkat tunggakan 0%.
"Setelah diaudit kami dinilai sebagai UPK yang sehat sehingga pantas mendapat penghargaan dari Mendagri sebagai UPK terbaik tingkat nasional," ujar Krido yang didampingi Ketua UPK Mandiri Berbah Bayu Nurwijaya kepada Harian Jogja, Rabu (3/2).
Penghargaan dari Mendagri itu diserahkan melalui Gubernur DIY pada Agustus 2009. UPK itu mengelola 99 kelompok usaha dengan 974 anggota. Bahkan, katanya Berbah memiliki kinerja keuangan yang meningkat dan kelancaran keuangan 100%. Dengan tingkat realinilite modal sendiri (RMS) dan mencetak laba sebesar 17,51% yang menggambarkan kemampuan pendanaan modal awal. Sehingga bisa dikatakan bahwa lembaga tingkat desa ini telah mengalami surplus pada 2009 sebesar Rp 191 juta.
Ditambahkan Bayu Nurwijaya, modal awal yang berasal dari pusat hanya sebesar Rp772 juta. Namun kini penyerapan dana di masyarakat itu bisa mencapai Rp 1,2 milliar, sehingga mengalami peningkatan sebesar Rp500 juta.
Menurut dia animo masyarakat untuk mendapat dana tersebut sangat besar. Terbukti dari jumlah 99 kelompok itu, masih ada kelompok baru yang mengajukan proposal sebanyak 15 kelompok. Setelah angsuran kelompok yang lama itu lunas maka bisa dipakai untuk dimanfaatkan oleh kelompok baru mendaftar.
"Mereka yang menjadi anggota kelompok itu diantaranya kelompok usaha makanan, ketrampilan, jasa dan juga kerajinan yang sudah mulai menunjukkan kemajuan," kata dia.
Tahun ini, kata Bayu, targetnya adalah bisa melakukan pengembangan usaha yang sudah ada. Selain itu, juga dilakukan efektivitas dana bergulir milik masyarakat. (oleh Theresia T. Andayani HARIAN JOGJA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar